A. Sekilas
Mengenai Ubuntu
Linux adalah sistem operasi open source yang
cepat dan stabil untuk personal komputer (PC) dan workstations yang
memiliki fitur berupa layanan internet pada level professional, perkakas
pengembangan yang bersifat extensive, graphical user interface (GUI)
yang berfungsi penuh, dan memiliki aplikasi yang beragam dimulai dari perkakas
untuk perkantoran sampai dengan perkakas untuk multimedia (Peterson, 2008).
Linux memiliki ratusan perangkat lunak, pustaka
sistem, driver dan hal lain – lain yang terintegrasi dalam satu kesatuan sistem
yang disebut sebagai distribusi linux atau distro linux. Distro linux yang
banyak dikembangkan menjadi distro lain dengan ciri khas masing – masing adalah
Slackware, Red Hat, dan Debian. Dari ketiga distro linux tersebut, distro linux
yang dikembangkan oleh komunitas dan paling banyak penggunanya adalah Debian.
Debian merupakan distro linux yang mudah digunakan dan memiliki keamanan yang
cukup handal. Kemudahan dan keamanan ini kemudian dimiliki oleh distro
turunannya yaitu Linux Ubuntu.
Linux Ubuntu adalah sistem operasi
yang merupakan distribusi (distro) GNU/Linux yang bersifat open source dan
free. Linux Ubuntu menyediakan installer yang bisa di kustomisasi, framework
untuk melakukan instalasi software dari repositori Server yang bisa diakses melalui
internet, dan metode standar untuk konfigurasi berbagai macam perangkat lunak.
B. Pengertian
dan Sejarah Web Server
Web server
merupakan perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada
pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas
berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web, pengguna menggunakan
aplikasi tertentu berupa web browser dalam melakukan permintaan. Hasil
permintaan halaman – halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.Web
dimulai Tahun 1989, Tim
Berners-Lee lewat CERN (European Organization for NuclearResearch)
mengajukan sebuah proyek yang bertujuan untuk mempermudah pertukaran informasi
antar para peneliti dengan menggunakan sistem hiperteks. Sebagai hasil atas
implementasi proyek ini, tahun 1990 Berners-Lee
menulis dua program komputer :
a.
server
web pertama di dunia, yang kemudian dikenal sebagai CERN httpd, yang berjalan
pada sistem operasi NEXTSTEP.
- sebuah peramban yang dinamainya
sebagai WorldWideWeb.
Tahun
1994, Tim Berners-Lee memutuskan
untuk membakukan organisasi World Wide
Web Consortium (W3C) untuk mengatur pengembangan-pengembangan lanjut atas
teknologi-teknologi terkait lainnya (HTTP, HTML, dan lain-lain) melalui proses
standardisasi. Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas
atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan.
Disebabkan sebuah halaman web dapat terdiri atas berkas teks, gambar,
video, dan lainnya pemanfaatan server web berfungsi pula untuk mentransfer
seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web yang terkait; termasuk di
dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya. Pengguna, biasanya melalui aplikasi
web browser, meminta layanan atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada
sebuah server web, kemudian server sebagai manajer layanan tersebut akan
merespon balik dengan mengirimkan halaman dan berkas-berkas pendukung yang
dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut jika halaman yang diminta tidak
tersedia.
Saat ini
umumnya server web telah dilengkapi pula dengan mesin
penerjemah bahasa skrip yang memungkinkan server web menyediakan
layanan situs web dinamis dengan memanfaatkan pustaka tambahan
seperti PHP, ASP. Pemanfaatan server web saat ini tidak terbatas hanya
untuk publikasi situs web, pada prakteknya server web banyak pula digunakan
dalam perangkat-perangkat keras lain seperti printer, router, kamera
web yang menyediakan akses layanan http dalam jaringan lokal yang
ditujukan untuk menyediakan perangkat manajemen serta mempermudah peninjauan
atas perangkat keras tersebut. Macam – macam Web Server diantara nya:
Apache Web Server – The HTTP Web Server
a. Apache
Web Server – HTTP Web Server
- Apache Tomcat
- Microsoft windows Server 2003
Internet Information Services (IIS)
- Lighttpd
- Sun Java System Web Server
- Xitami Web Server
- Zeus Web Server
Ingat, setelah instalasi selesai dan Debian 6 Teks sedang digunakan sobat tidak bisa menggunakan mouse, sobat hanya bisa menggunakan keyboard.
- Pada installer Boot Menu langsung pilih saja Instal.
- Pilih bahasa yang sobat inginkan.
- Pilih lokasi tempat tinggal anda. Jika tidak ada dalam daftar, sobat bisa memilih other.
- Pilih benua tempat tinggal sobat.
- Nah barulah sobat bisa memilih negara tempat tinggal sobat.
- Konfigurasi basis standard lokal, pilih United States yang telah umum digunakan.
- Pilih keyboard layout yaitu American English yang telah umum digunakan oleh banyak orang.
- Jika sobat diminta untuk memilih primary network interface, silakan pilih yang eth0.
- Selanjutnya akan ada proses configure the network, jika terjadi kegagalan abaikan saja dan klik continue.
- Selanjutnya memilih metode konfigurasi jaringan. Karena SO Linux Debian ini akan kita gunakan untuk sebuah jaringan, maka kita perlu untuk konfigurasi jaringan. Maka pilih configure network manualy. Sobat harus tau aturan pemberian IP Address untuk konfigurasi ini. Jika sobat tidak membutuhkan konfigurasi ini, maka sobat bisa melewatinya dengan memilih do not configure the network at this time.
- Silakan masukan IP Address sesuai dengan keinginan sobat. Contohnya dengan IP Address kelas C seperti 192.168.100.23
- Biasanya netmask akan terisi otomastis. Jika tidak terisi otomatis, silakan isi secara manual. Contohnya netmask untuk kelas C 255.255.255.0
- Gateway juga biasanya terisi otomastis. Jika tidak terisi otomastis, sobat masukan Network ID seperti IP Address namun segmen terakhir atau Host ID ubah dengan angka 1. Contoh pada gateway dengan mengacu pada IP Address yang telah saya buat 192.168.100.1
- Begitupun Name Server Address akan terisi otomatis. Jika tidak isi saja sama dengan Gateway, atau sama dengan IP Address yang digunakan server.
- Domain bisa sobat isi dengan hostname dengan diakhiri dengan sebuah domain (.com, .net, .sch, .org dll). Contoh: debian.net
- Isi root password. Root password adalah password untuk super user pada SO yang saat ini sobat instalkan. Superuser itu seperti Administrator pada SO Windows.
- Masukan kembali root password yang telah sobat buat untuk verifikasi.
- Masukan nama lengkap untuk user baru.
- Masukan username sesuai dengan keinginan sobat. Agar lebih mudah, masukan saja nama depan sobat.
- Masukan password untuk user baru yang telah sobat buat.
- Masukan kembali password yang baru sobat buat untuk verifikasi.
- Konfigurasi zona waktu, pilihlah kota terdekat dengan tempat tinggal sobat. Atau pilihlah kota yang sesuai dengan zona waktu di tempat tinggal sobat.
- Pada metode pemartisian, pilihlah Guided-use entire disk untuk membuat seluruh hardisk menjadi partisi. Jika sobat ingin mengatur lebih lanjut atau membuat pastisi lebih dari satu buah, sobat bisa memilih manual.
- Jika meminta pemilihan disk, pilihlah disk yang sobat inginkan untuk diproses dalam pemartisian.
- Pada skema pemartisian, pilihlah all files in one partition untuk menyimpan semua file system pada satu partisi. Pilihan ini direkomendasikan untuk pengguna baru.
- Jika sobat telah selesai dalam mengatur pemartisian, maka pilihlah finish partitioning and write change to disk.
- Pada pertanyaan write the change to disk, pilihlah yes untuk menyimpan pengaturan pemartisian yang telah sobat lakukan.
- Pada pertanyaan scan another CD or DVD, silakan pilih yes jika sobat mempunyai paket repository lain pada Debian. Jika tidak punya, pilih saja No.
- Pada pertanyaan use the netwotk mirror, pilih saja No jika sobat tidak akan menggunakan jaringan lain pada SO yang sobat instal.
- Pada pertanyaan participate in the package survey, pilih saja No jika sobat tidak akan ikut berpartisipasi dalam survei penggunaan packet.
- Nah di sinilah bagian yang berbeda dengan penginstalan Debian 6 GUI. Jika pada Debian 6 GUI dalam software yang diinstalkan, memilih Grapichal Desktop Environment. Sedangan pada Debian Teks tidak.
Jika sobat tidak akan membuat PC yang sedang diinstal ini sebagai server, maka sobat cukup memilih Standard System Utilities saja.
Selamat mengoperasikan!!!
·
Selanjutnya buka file interface yang terdapat pada direktori
/etc/network dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico
/etc/network/interfaces
Ubah allow-hotplug menjadi auto. Untuk
IP-nya sendiri silakan sesuaikan dengan aturan pemberian IP Address dan keinginan anda.
Disini kita hanya menghapus
"#" yang terletak sebelum kode net.ipv4.ip_forward=1
Jika hasilnya seperti tampilan di atas, maka konfigurasi ip address hampir berhasil.
CARA MEMNYETING IP ADDRES :
·
Hidupkan komputer dengan Sistem Oerasi Linux Debian milik anda.
·
Login pada salah satu user.
·
Setelah login pada salah satu user Debian, kita perlu login ke
super user. Caranya ketikan perintah “su” kemudian masukan password
root. Perhatikan gambar berikut.
·
Ubah isi file interface menjadi seperti tampilan berikut:
·
Setelah kita mengubah file interface, simpan perubahan tersebut
dengan cara tekan tombol ctrl+o, lalu tekan enter. Kemudian tekan ctrl+x
untuk keluar dari pengeditan.
·
Selanjutnya kita membuka file sysctl.Conf yang terdapat pada
direktori /etc/ dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico
/etc/sysctl.conf
·
Ubah isi file sysctl.Conf menjadi seperti tampilan di bawah ini:
·
Simpan file sysctl.Conf yang telah diubah dengan menekan tombol
ctrl+o, lalu tekan enter. Kemudian tekan tombol ctrl+x untuk keluar dari
jendela editor pico.
·
Kemudian kita perlu menjalankan perintah restart service
networking dengan mengetik perintah /etc/init.d/networking
restart
·
Untuk menguji koneksi, ketikan perintah ping[spasi]ip address.
Contoh ping 192.168.27.20
Jika muncul tampilan proses
ping seperti gambar di atas maka dipastikan bahwa konfigurasi IP address telah
berhasil.
Proses ping pada sistem Linux Debian berjalan secara terus-menerus. Kita bisa mengakhiri proses ping dengan cara menekan tombol ctrl+c.
Proses ping pada sistem Linux Debian berjalan secara terus-menerus. Kita bisa mengakhiri proses ping dengan cara menekan tombol ctrl+c.
KONFIGURASI DNS :
Setelah kita
melakukan konfigurasi IP Address
pada Linux Debian, langkah yang perlu kita lakukan selanjutnya untuk membuat
sebuah jaringan komputer dengan Sistem Operasi Linux Debian adalah Konfigurasi DNS.
DNS
(Domain Name Server) adalah nama domain sebagai pengganti alamat IP yang bisa
diakses selain menggunakan alamat IP tersebut.
Jika hanya dengan
alamat IP yang terdiri dari angka-angka yang berbeda, kemungkinan kita tidak
akan mudah untuk menghafal alamat IP pada setiap komputer dalam jaringan. Namun dengan adanya DNS ini kita dapat mengakses sebuah
jaringan dengan alamat yang mungkin mudah diingat, sepertidebian.net. Situs-situs seperti facebook.com, blogger.com,
google.com, dan lain-lain juga mempunyai alamat IP masing-masing. Coba jika
situs tersebut tidak menggunakan DNS, maka kita harus hafal alamat IP
situs-situs tersebut untuk dapat mengaksesnya.
Seperti itulah
sedikit tentang DNS. Untuk Konfigurasi DNS Pada Linux Debian CLI sendiri,
ikutilah langkah-langkah berikut :
- Setelah login pada salah satu user Debian, kita perlu login ke super user. Caranya ketikan perintah “su” kemudian masukan password root. Perhatikan gambar berikut.
- Instalkan aplikasi Bind 9, caranya ketikan perintah #apt-get install bind9
- Ketikan “Y” jika muncul pertanyaan yang meminta kita memilih jawaban yes atau no.
- Jika proses tidak berjalan, coba halt (matikan) dahulu sistem dan aktifkan kembali.
- Pindah posisi ke direktori bind. Ketikan perintah #cd /etc/bind
- Selanjutnya kita membuka file named.conf.local dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico named.conf.local
- Ubah isi file named.conf.local menjadi seperti tampilan berikut.
smkn-2cms-27.sch.id anda ubah dengan nama domain yang sobat inginkan/yang sedang digunakan.
db.domain adalah nama file, anda bisa ubah dengan nama apa pun.
27.168.192 sobat ubah dengan 3 segmen pertama pada IP Address namun dengan penulisan yang terbalik.
db.192 sesuaikan dengan segmen pertama pada Network ID.
- Salin isi file db.local ke db.domain. Ketikan perintah #cp db.local db.domain.
db.domain sesuaikan dengan nama file yang sobat gunakan pada langkah sebelumnya. - Salin isi file db.127 ke db.192. Ketikan perintah #cp db.127 db.192
db.192 sesuaikan dengan segmen pertama pada Network ID.
- Selanjutnya kita membuka file db.domain (sesuaikan) dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico db.domain
- Ubah isi file db.domain menjadi seperti tampilan berikut.
Sesuaikan nama domain dan IP Address dengan yang anda gunakan.
- Selanjutnya kita membuka file db.192 (sesuaikan) dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico db.192
- Ubah isi file db.192 menjadi seperti tampilan berikut.
Sesuaikan nama domain dengan yang anda gunakan. 192 sesuaikan dengan segmen pertama pada Network ID.
- Selanjutnya kita membuka file resolv.conf yang terdapat pada direktori /etc/ dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico /etc/resolv.conf
- Ubah isi file resolv.conf menjadi seperti tampilan berikut.
Sesuaikan nama domain dengan yang anda gunakan. nameserver adalah IP Address yang digunakan PC server, yaitu PC anda sendiri.
- Kemudian kita perlu menjalankan perintah restart service bind9 dengan mengetik perintah/etc/init.d/bind9 restart
- Ketikan perintah nslookup www.smkn-2cms-27.sch.id (sesuaikan dengan nama domain anda). Dan tampilanya harus seperti berikut, maka dipastikan konfigurasi DNS telah berhasil.
- Cek koneksi dengan mengetikan perintah ping www.smkn-2cms-27.sch.id (sesuaikan dengan nama domain anda) dan tampilanya harus seperti berikut.
Pada konfigurasi DNS yang telah saya berikan ini banyak yang harus disesuaikan dengan setelan-setelan pada Linux Debian anda.
Jika pada proses nslookup terjadi kegagalan berupa tidak muncul sama sekali seperti yang diharuskan, periksa barangkali ada kesalahan pada named.conf.local. Namun jika yang muncul hanya sebagian dari yang diharuskan, periksa barangkali ada kesalahan pada db.domain atau db.192(sesuai yang anda gunakan).
Jika pada proses nslookup terjadi kegagalan berupa tidak muncul sama sekali seperti yang diharuskan, periksa barangkali ada kesalahan pada named.conf.local. Namun jika yang muncul hanya sebagian dari yang diharuskan, periksa barangkali ada kesalahan pada db.domain atau db.192(sesuai yang anda gunakan).














Tidak ada komentar:
Posting Komentar