Minggu, 18 Januari 2015

CARA INSTALASI JARINGAN WAN

Cara Instalasi Jaringan WAN

Peralatan

1.  Kompas dan peta topografi

2.  Penggaris dan busur derajat

3.  Pensil, penghapus, alat tulis

4.  GPS, altimeter, klinometer

5.  Kaca pantul dan teropong

6.  Radio komunikasi (HT)

7.  Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter

8 . Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel

9.  Peralatan panjat, harness, trikbiner, webbing, cows tail, pulley

10.  Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap,            isolator gel, TBA, unibell

11.  Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45

12.  Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya).

Survey Lokasi

1.  Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dgn GPS dan kompas pada peta.

2.  Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path.

3.  Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena.

4.  Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi.

5.  Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dlm instalasi.

6.  Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat.
Pemasangan Konektor.

1.  Kuliti kabel coaxial dgn penampang melintang, spesifikasi kabel minimum ialah RG 8 9913 dgn perhitungan losses 10 db setiap 30 m.

2.  Jangan sampai terjadi goresan berlebihan sebab perambatan gelombang mikro ialah pada permukaan kabel.

3.  Pasang konektor dgn cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian.

4.  Solder pin ujung konektor dgn cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short.

5.  Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser.

6.  Tutup permukaan konektor dgn aluminium foil utk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor.

7.  Lapisi konektor dgn aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor. dgn isolator TBA (biasa utk pemasangan pipa saluran air / kabel listrik instalasi rumah).

8.  Terakhir, tutup seluruh permukaan dgn isolator karet utk mencegah air.

9.  Utk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali.

10.  Konektor terbaik ialah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dgn memakai crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet.

Pembuatan POE

1.  Power over ethernet diperlukan utk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor.

2.  POE memakai 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair utk injeksi + (positif) power dan 1 pair utk injeksi – (negatif) power, dipakai kabel pair (sepasang) utk menghindari penurunan daya sebab kabel loss.

3.  Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dlm pembuatan POE ialah bagaimana trik mencegah terjadinya short, sebab kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser / tertarik, tetesi dgn lilin / isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short.

4.  Sebelum dipakai uji terlebih dahulu semua sambungan dgn multimeter

Instalasi Antena

1.  Pasang pipa dgn metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat.

2.  Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki utk memanjat dan anker cows tail.

3.  Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir jika ada
4.  Pasang antena dgn rapi dan benar, arahkan dgn memakai kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta.

5.  Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena.

6.  Perhatikan dlm memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk seutkkian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah.

Instalasi Perangkat Radio.

1.  Instal PC Card dan Orinoco dgn benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility bisa bekerja sempurna.

2.  Instalasi pada OS W2K membutuhkan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager.

3.  Instalasi pada NT membutuhkan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan.

4.  Semua prosedur ini bisa diselesaikan dlm waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya.

5.  Apajika terus menerus terjadi kesulitan instalasi, utk sementara utk efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah.

6.  Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility.

7.  Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dgn memakai antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil.

8.  Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna.

Pengujian Noise

1.  Jika semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default.

2.  Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, jika ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) / bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan utk berunding dgn operator BTS / station eksisting tersebut.

3.  Perhatikan berapa tingkat noise, jika mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya ialah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise.

4.  Perhitungan standar signal strenght ialah 0 % – 40 % poor, 40 % – 60 % good, 60 % – 100 % excellent, apajika signal strenght yang diterima ialah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya ialah poor connection (60 % – 20 % – 40 % poor), maka sebisa mungkin signal strenght harus mencapai 80 %.

5.  Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dlm continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % – 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang.

6.  Perhitungan yang sama bisa dipergunakan utk memperhatikan station lawan / BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang utk menbisakan stabilitas koneksi yang diharapkan.

7.  Pertimbangkan alternatif skenario lain jika sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dgn memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya / dgn metode 3 titik (repeater) dll.

Perakitan Antena

1.  Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit sebab terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dgn jenis patch panel, panel sector maupun omni directional.

2.  Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan.

3.  Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor.

4.  Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada waktu perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena.

5.  Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan

Pointing Antena

1.  Setrik umum antena dipasang dgn polarisasi horizontal.

2.  Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam).

3.  Geser antena dgn arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dgn perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena utk setiap sisi (kiri / kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam ialah 6 derajat.

4.  Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dgn trik mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan ialah signal strenght, noise dan stabilitas.

5.  Sebab kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis utk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, utk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco / gunakan Wave Rider.

6.  Selanjutnya jika diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dgn klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dgn kontur pada peta topografi.

7.  Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apajika diperlukan bisa dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical utk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical).

Pengujian Koneksi Radio

1.  Lakukan pengujian signal, mirip dgn pengujian noise, hanya saja pada waktu ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio

2.  Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dgn identitas BTS / AP tujuan, utkkian juga enkripsinya, apajika dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut.

3.  Jika memakai otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang.

4.  Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio ialah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dlm tabel routing.

5.  Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, utk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dgn IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router bisa mengenali radio.

6.  Lakukan continuos ping utk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER.

7.  Jika telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dgn melakukan koneksi FTP (dgn software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik waktu download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps ialah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dgn MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps.

8.  Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection setrik simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dgn harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka bisa diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600.

9.  / dgn trik yang lebih sederhana, dipakai skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dgn trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? jika tercapai maka stabilitas koneksi sudah bisa dijamin berada pada level maksimum.

10.  Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar.



Instalasi Berbasis Text DEBIAN

A.  Sekilas Mengenai  Ubuntu
Linux adalah sistem operasi open source yang cepat dan stabil untuk personal komputer (PC) dan workstations yang memiliki fitur berupa layanan internet pada level professional, perkakas pengembangan yang bersifat extensive, graphical user interface (GUI) yang berfungsi penuh, dan memiliki aplikasi yang beragam dimulai dari perkakas untuk perkantoran sampai dengan perkakas untuk multimedia (Peterson, 2008).
Linux memiliki ratusan perangkat lunak, pustaka sistem, driver dan hal lain – lain yang terintegrasi dalam satu kesatuan sistem yang disebut sebagai distribusi linux atau distro linux. Distro linux yang banyak dikembangkan menjadi distro lain dengan ciri khas masing – masing adalah Slackware, Red Hat, dan Debian. Dari ketiga distro linux tersebut, distro linux yang dikembangkan oleh komunitas dan paling banyak penggunanya adalah Debian. Debian merupakan distro linux yang mudah digunakan dan memiliki keamanan yang cukup handal. Kemudahan dan keamanan ini kemudian dimiliki oleh distro turunannya yaitu Linux Ubuntu.


Linux Ubuntu adalah sistem operasi yang merupakan distribusi (distro) GNU/Linux yang bersifat open source dan free. Linux Ubuntu menyediakan installer yang bisa di kustomisasi, framework untuk melakukan instalasi software dari repositori Server yang bisa diakses melalui internet, dan metode standar untuk konfigurasi berbagai macam perangkat lunak.

B. Pengertian dan Sejarah Web Server
Web server merupakan  perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web, pengguna menggunakan aplikasi tertentu berupa web browser dalam melakukan permintaan. Hasil permintaan halaman – halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.Web dimulai Tahun 1989, Tim Berners-Lee lewat CERN (European Organization for NuclearResearch) mengajukan sebuah proyek yang bertujuan untuk mempermudah pertukaran informasi antar para peneliti dengan menggunakan sistem hiperteks. Sebagai hasil atas implementasi proyek ini, tahun 1990 Berners-Lee menulis dua program komputer :
a.       server web pertama di dunia, yang kemudian dikenal sebagai CERN httpd, yang berjalan pada sistem operasi NEXTSTEP.
  1. sebuah peramban yang dinamainya sebagai WorldWideWeb.
Tahun 1994, Tim Berners-Lee memutuskan untuk membakukan organisasi World Wide Web Consortium (W3C) untuk mengatur pengembangan-pengembangan lanjut atas teknologi-teknologi terkait lainnya (HTTP, HTML, dan lain-lain) melalui proses standardisasi. Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server web berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya. Pengguna, biasanya melalui aplikasi web browser, meminta layanan atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.
Saat ini umumnya server web telah dilengkapi pula dengan mesin penerjemah bahasa skrip yang memungkinkan server web menyediakan layanan situs web dinamis dengan memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP, ASP. Pemanfaatan server web saat ini tidak terbatas hanya untuk publikasi situs web, pada prakteknya server web banyak pula digunakan dalam perangkat-perangkat keras lain seperti printer, router, kamera web yang menyediakan akses layanan http dalam jaringan lokal yang ditujukan untuk menyediakan perangkat manajemen serta mempermudah peninjauan atas perangkat keras tersebut. Macam – macam Web Server diantara nya:
Apache Web Server – The HTTP Web Server
a.                Apache Web Server – HTTP Web Server
  1. Apache Tomcat
  2. Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
  3. Lighttpd
  4. Sun Java System Web Server
  5. Xitami Web Server
  6. Zeus Web Server
Berdasarkan survey dari netcraft apache merupakan web server yang paling banyak dipakai sampai dengan tahun 2011.

Ingat, setelah instalasi selesai dan Debian 6 Teks sedang digunakan sobat tidak bisa menggunakan mouse, sobat hanya bisa menggunakan keyboard.


  • Pada installer Boot Menu langsung pilih saja Instal.



  • Pilih bahasa yang sobat inginkan.


  • Pilih lokasi tempat tinggal anda. Jika tidak ada dalam daftar, sobat bisa memilih other.









  • Pilih benua tempat tinggal sobat.





  • Nah barulah sobat bisa memilih negara tempat tinggal sobat.


  • Konfigurasi basis standard lokal, pilih United States yang telah umum digunakan.



  • Pilih keyboard layout yaitu American English yang telah umum digunakan oleh banyak orang.






  • Jika sobat diminta untuk memilih primary network interface, silakan pilih yang eth0.




  • Selanjutnya akan ada proses configure the network, jika terjadi kegagalan abaikan saja dan klik continue.



  • Selanjutnya memilih metode konfigurasi jaringan. Karena SO Linux Debian ini akan kita gunakan untuk sebuah jaringan, maka kita perlu untuk konfigurasi jaringan. Maka pilih configure network manualy. Sobat harus tau aturan pemberian IP Address untuk konfigurasi ini. Jika sobat tidak membutuhkan konfigurasi ini, maka sobat bisa melewatinya dengan memilih do not configure the network at this time.


  • Silakan masukan IP Address sesuai dengan keinginan sobat. Contohnya dengan IP Address kelas C seperti 192.168.100.23


  • Biasanya netmask akan terisi otomastis. Jika tidak terisi otomatis, silakan isi secara manual. Contohnya netmask untuk kelas C 255.255.255.0


  • Gateway juga biasanya terisi otomastis. Jika tidak terisi otomastis, sobat masukan Network ID seperti IP Address namun segmen terakhir atau Host ID ubah dengan angka 1. Contoh pada gateway dengan mengacu pada IP Address yang telah saya buat 192.168.100.1



  • Begitupun Name Server Address akan terisi otomatis. Jika tidak isi saja sama dengan Gateway, atau sama dengan IP Address yang digunakan server.


  • Domain bisa sobat isi dengan hostname dengan diakhiri dengan sebuah domain (.com, .net, .sch, .org dll). Contoh: debian.net



  • Isi root password. Root password adalah password untuk super user pada SO yang saat ini sobat instalkan. Superuser itu seperti Administrator pada SO Windows.


  • Masukan kembali root password yang telah sobat buat untuk verifikasi.



  • Masukan nama lengkap untuk user baru.



  • Masukan username sesuai dengan keinginan sobat. Agar lebih mudah, masukan saja nama depan sobat.






  • Masukan password untuk user baru yang telah sobat buat.





  • Masukan kembali password yang baru sobat buat untuk verifikasi.





  • Konfigurasi zona waktu, pilihlah kota terdekat dengan tempat tinggal sobat. Atau pilihlah kota yang sesuai dengan zona waktu di tempat tinggal sobat.







  • Pada metode pemartisian, pilihlah Guided-use entire disk untuk membuat seluruh hardisk menjadi partisi. Jika sobat ingin mengatur lebih lanjut atau membuat pastisi lebih dari satu buah, sobat bisa memilih manual.


  • Jika meminta pemilihan disk, pilihlah disk yang sobat inginkan untuk diproses dalam pemartisian.


  • Pada skema pemartisian, pilihlah all files in one partition untuk menyimpan semua file system pada satu partisi. Pilihan ini direkomendasikan untuk pengguna baru.


  • Jika sobat telah selesai dalam mengatur pemartisian, maka pilihlah finish partitioning and write change to disk.


  • Pada pertanyaan write the change to disk, pilihlah yes untuk menyimpan pengaturan pemartisian yang telah sobat lakukan.


  • Pada pertanyaan scan another CD or DVD, silakan pilih yes jika sobat mempunyai paket repository lain pada Debian. Jika tidak punya, pilih saja No.


  • Pada pertanyaan use the netwotk mirror, pilih saja No jika sobat tidak akan menggunakan jaringan lain pada SO yang sobat instal.



  • Pada pertanyaan participate in the package survey, pilih saja No jika sobat tidak akan ikut berpartisipasi dalam survei penggunaan packet.


  • Nah di sinilah bagian yang berbeda dengan penginstalan Debian 6 GUI. Jika pada Debian 6 GUI dalam software yang diinstalkan, memilih Grapichal Desktop Environment. Sedangan pada Debian Teks tidak.
    Jika sobat tidak akan membuat PC yang sedang diinstal ini sebagai server, maka sobat cukup memilih Standard System Utilities saja.


  • Pada proses selanjutnya tidak akan selama pada penginstalan Debian 6 GUI. Tunggu hingga selesai.




  • Pada pertanyaan instal the GRUB Boot Loader to the master boot record, pilihlah yes.




  • Nah tidak lama setelah ini proses instalasi pun selesai. Klik continue dan Debian akan merestart otomatis.



  • Akan langsung memulai proses Booting, lalu sobat login dengan user dan user password yang telah sobat buat.


  • Maka beginilah tampilan pertama Linux Debian 6 berbasis Teks yang telah sobat instal.



Selamat mengoperasikan!!!



CARA MEMNYETING IP ADDRES : 
·                     Hidupkan komputer dengan Sistem Oerasi Linux Debian milik anda.

·                     Login pada salah satu user.

·                     Setelah login pada salah satu user Debian, kita perlu login ke super user. Caranya ketikan        perintah “su” kemudian masukan password root. Perhatikan gambar berikut.


 ·                     Selanjutnya buka file interface yang terdapat pada direktori /etc/network dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico /etc/network/interfaces

·                     Ubah isi file interface menjadi seperti tampilan berikut:


 Ubah allow-hotplug menjadi auto. Untuk IP-nya sendiri silakan sesuaikan dengan aturan pemberian IP Address dan keinginan anda.

·                     Setelah kita mengubah file interface, simpan perubahan tersebut dengan cara tekan tombol    ctrl+o, lalu tekan enter. Kemudian tekan  ctrl+x untuk keluar dari pengeditan.

·                     Selanjutnya kita membuka file sysctl.Conf yang terdapat pada direktori /etc/ dengan  menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico /etc/sysctl.conf

·                     Ubah isi file sysctl.Conf menjadi seperti tampilan di bawah ini:


 Disini kita hanya menghapus "#" yang terletak sebelum kode net.ipv4.ip_forward=1

·                     Simpan file sysctl.Conf yang telah diubah dengan menekan tombol ctrl+o, lalu tekan enter. Kemudian tekan tombol ctrl+x untuk keluar dari jendela editor pico.

·                     Kemudian kita perlu menjalankan perintah restart service networking dengan mengetik perintah /etc/init.d/networking restart


 Jika hasilnya seperti tampilan di atas, maka konfigurasi ip address hampir berhasil.

·                     Untuk menguji koneksi, ketikan perintah ping[spasi]ip address. Contoh ping 192.168.27.20



Jika muncul tampilan proses ping seperti gambar di atas maka dipastikan bahwa konfigurasi IP address telah berhasil.
Proses ping pada sistem Linux Debian berjalan secara terus-menerus. Kita bisa mengakhiri proses ping dengan cara menekan tombol ctrl+c.


KONFIGURASI DNS : 

Setelah kita melakukan konfigurasi IP Address pada Linux Debian, langkah yang perlu kita lakukan selanjutnya untuk membuat sebuah jaringan komputer dengan Sistem Operasi Linux Debian adalah Konfigurasi DNS.


DNS (Domain Name Server) adalah nama domain sebagai pengganti alamat IP yang bisa diakses selain menggunakan alamat IP tersebut.

Jika hanya dengan alamat IP yang terdiri dari angka-angka yang berbeda, kemungkinan kita tidak akan mudah untuk menghafal alamat IP pada setiap komputer dalam jaringan. Namun dengan adanya DNS ini kita dapat mengakses sebuah jaringan dengan alamat yang mungkin mudah diingat, sepertidebian.net. Situs-situs seperti facebook.com, blogger.com, google.com, dan lain-lain juga mempunyai alamat IP masing-masing. Coba jika situs tersebut tidak menggunakan DNS, maka kita harus hafal alamat IP situs-situs tersebut untuk dapat mengaksesnya.



Seperti itulah sedikit tentang DNS. Untuk Konfigurasi DNS Pada Linux Debian CLI sendiri, ikutilah langkah-langkah berikut : 



  • Setelah login pada salah satu user Debian, kita perlu login ke super user. Caranya ketikan perintah “su” kemudian masukan password root. Perhatikan gambar berikut.

  • Instalkan aplikasi Bind 9, caranya ketikan perintah #apt-get install bind9


  • Ketikan “Y” jika muncul pertanyaan yang meminta kita memilih jawaban yes atau no.
  • Jika proses tidak berjalan, coba halt (matikan) dahulu sistem dan aktifkan kembali.
  • Pindah posisi ke direktori bind. Ketikan perintah #cd /etc/bind


  • Selanjutnya kita membuka file named.conf.local dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico named.conf.local
  • Ubah isi file named.conf.local menjadi seperti tampilan berikut.


smkn-2cms-27.sch.id anda ubah dengan nama domain yang sobat inginkan/yang sedang digunakan.
db.domain adalah nama file, anda bisa ubah dengan nama apa pun.
27.168.192 sobat ubah dengan 3 segmen pertama pada IP Address namun dengan penulisan yang terbalik.
db.192 sesuaikan dengan segmen pertama pada Network ID.
  • Salin isi file db.local ke db.domain. Ketikan perintah #cp db.local db.domain.
    db.domain sesuaikan dengan nama file yang sobat gunakan pada langkah sebelumnya.
  • Salin isi file db.127 ke db.192. Ketikan perintah #cp db.127 db.192
    db.192 sesuaikan dengan segmen pertama pada Network ID.


  • Selanjutnya kita membuka file db.domain (sesuaikan) dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico db.domain 
  • Ubah isi file db.domain menjadi seperti tampilan berikut.


Sesuaikan nama domain dan IP Address dengan yang anda gunakan.

    • Selanjutnya kita membuka file db.192 (sesuaikan) dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico db.192 
    • Ubah isi file db.192 menjadi seperti tampilan berikut.


    Sesuaikan nama domain dengan yang anda gunakan. 192 sesuaikan dengan segmen pertama pada Network ID.

      • Selanjutnya kita membuka file resolv.conf yang terdapat pada direktori /etc/ dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico /etc/resolv.conf
      • Ubah isi file resolv.conf menjadi seperti tampilan berikut.


      Sesuaikan nama domain dengan yang anda gunakan. nameserver adalah IP Address yang digunakan PC server, yaitu PC anda sendiri.

        • Kemudian kita perlu menjalankan perintah restart service bind9 dengan mengetik perintah/etc/init.d/bind9 restart


        • Ketikan perintah nslookup www.smkn-2cms-27.sch.id (sesuaikan dengan nama domain anda). Dan tampilanya harus seperti berikut, maka dipastikan konfigurasi DNS telah berhasil.


        • Cek koneksi dengan mengetikan perintah ping www.smkn-2cms-27.sch.id (sesuaikan dengan nama domain anda) dan tampilanya harus seperti berikut.



        Pada konfigurasi DNS yang telah saya berikan ini banyak yang harus disesuaikan dengan setelan-setelan pada Linux Debian anda.
        Jika pada proses nslookup terjadi kegagalan berupa tidak muncul sama sekali seperti yang diharuskan, periksa barangkali ada kesalahan pada named.conf.local. Namun jika yang muncul hanya sebagian dari yang diharuskan, periksa barangkali ada kesalahan pada db.domain atau db.192(sesuai yang anda gunakan).